Resmikan Rumah Penai dengan Harapan Sagu Menjadi Produk Lokal

Resmikan Rumah Penai dengan Harapan  Sagu Menjadi Produk Lokal
Suasana peresmian Rumah penai

Natuna- Camat Bunguran Timur, Hamid Hasnan, berharap agar kelompok pengolahan sagu yang ada di Desa Batu Gajah,  terus berkelanjutan dan berkembang sehingga dapat memproduksikan hasil sagu lebih banyak.

Ungkapan ini dikatakan Hamid Hasnan, usai meresmikan rumah tempat pengolahan sagu (rumah penai) yang bertempat di wilayah RT 05 RW 03 Meso, Senin (22/1/2024) siang.

Selain menjadi salah satu hasil produk lokal, Camat Bunguran Timur itu juga menyebutkan sagu merupakan  ketahanan pangan yang begitu cepat prosesnya.

"Kita kerja pagi, sore sudah dapat hasilnya," sebutnya.

Seperti diketahui, Meso merupakan salah satu wilayah yang ada di Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, penghasil sagu basah dan sagu butir.

"Di Ranai Darat ada juga tempat pengolahan sagu tapi cuma sagu basah," ucapnya singkat.

Harapan yang sama juga diutarakan oleh Kepala Desa Batu Gajah, Kurniawan. Kata Kurniawan, rumah penai beserta perlengkapan lainnya itu menelan anggaran sebesar lebih kurang Rp 80 juta dari sumber Dana Desa (DD) 2023.

"Anggaran itu sudah termasuk pembayaran upah kerja serta alat pendulung kerja lainnya," kata Kurniawan, kepada awak media.

Kurniawan juga berharap kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dapat mengelola   hasil sagu tersebut. Sehingga bantuan yang diberikan pemerintah untuk masyarakat bermanfaat dan tepat sasaran.

"Kelompok pengolah sagu itu ada 10 orang," pungkasnya.

Usai acara peresmian rumah penai, para tamu dijamu dengan makanan bersama. Dengan menu ikan pindang, kelapa parut, ubi rebus, dan makanan khas lainnya yang terbuat dari sagu.  (RK/Zani)

#RiauKarya.com

Index

Berita Lainnya

Index